Setu – Sebagai Kota Pendidikan, Tangerang Selatan (Tangsel) berkewajiban mengembangkan pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kenyataan tidak seperti itu, menurut TB Rahmatullah pendidikan di Tangsel saat ini bersifat industrialisasi bukan lagi unsur sosial yang diterapkan.
“pendidikan di Tangsel jangan di komersilkan dan hanya dijadikan suatu lembaga industry” tegas Rahmatullah.
Ditemui lingkartangsel.com, wakil Ketua Fraksi Amanat Indonesia Raya (F-AIR) menegaskan seharusnya pendidikan diterapkan sebagai pola membangun masyarakat yang baik, beriman, berakhlak mulia, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti.
Sesuai dengan motto Tangsel sebagai Kota Pendidikan yang Modern dan Religius, Rahmatullah mengharapkan di Sekolah negeri mata pelajaran tentang keagamaan seperti mata pelajaran bahasa Arab dimasukkan kurikulum.
“gimana anak-anak bisa baca Al Qur’an kalau tidak ada pelajaran bahasa Arab” Ungkap Rahmatullah.
Adanya penambahan mata pelajaran keagamaan, imbuh Rahmatullah, untuk menjadikan alat keseimbangan. ( HR)
Ditemui lingkartangsel.com, wakil Ketua Fraksi Amanat Indonesia Raya (F-AIR) menegaskan seharusnya pendidikan diterapkan sebagai pola membangun masyarakat yang baik, beriman, berakhlak mulia, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti.
Sesuai dengan motto Tangsel sebagai Kota Pendidikan yang Modern dan Religius, Rahmatullah mengharapkan di Sekolah negeri mata pelajaran tentang keagamaan seperti mata pelajaran bahasa Arab dimasukkan kurikulum.
“gimana anak-anak bisa baca Al Qur’an kalau tidak ada pelajaran bahasa Arab” Ungkap Rahmatullah.
Adanya penambahan mata pelajaran keagamaan, imbuh Rahmatullah, untuk menjadikan alat keseimbangan. ( HR)
