Jaksel - - Suasana khidmat dan haru mengiringi kepergiaan Ibu Hasri Ainun Besari Habibie ke peristirahatannya yang terakhir.Bertindak sebagai Inspektur upacara pemakaman istri BJ Habibie mantan presiden RI yang Ke tiga adalah Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata,Jakarta Selatan,Kalibata ( 25 / 5 ),tepat jam 11.25 wib.
Habibie yang tampak lemas,dipapah oleh keluarganya saat memasukkan tanah kedalam peti jenazah dan sempat mencium jenazah istrinya untuk yang terakhir kali.Ia pun tak kuasa menyembunyikan kesedihannya melepas kepergiaan istri tercintanya.
Dalam sambutannya, Presiden SBY menyatakan bahwa almarhumah adalah sosok wanita yang tegar, ia selalu senantiasa mendampingi BJ Habibie dalam menunaikan tugas kenegaraan yang sangat berat.Sepanjang hidupnya almarhumah juga telah menunjukkan dharma baktinya kepada Negara maupun masyarakat dengan penuh ketulusan.
“ Bangsa Indonesia telah kehilangan salah seorang tokoh wanita terbaik dan pejuang kemanusiaan yang tulus, dedikasinya kepada Negara menjadi bukti keteladanan beliau,”kata SBY.Beliau adalah Ketua Umum Perhimpunan Penyantun Mata Tunanetra Indonesia ( PPMTI ) dan Pengurus yayasan Amal Abadi Beasiswa Orang Tua Bimbing Terpadu ( YAAB – ORBIT ).
Hasri Ainun Habibie meninggal dunia pada usia 72 tahun ,sabtu ( 22 / 5 ),pukul 17.30 waktu Jerman di Rumah Sakit Ludwig – Maximilian universitas Klinikum Gro’hadern, Muenchen , Jerman, karena mengalami sakit berbagai komplikasi penyakit.Selama sebulan , almarhumah telah menjalani 12 kali operasi.Almarhumah dirawat sejak tanggal 24 maret 2010 sampai akhirnya meninggal dunia.
Jenazah Ainun dan keluarga tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma , Jakarta, Selasa (25/5), pukul 04.55 wib.Kemudian lanngsung dibawa kerumah duka di kediaman pribadi Habibie , di jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan.
Ibu dari Ilham Akbar dan Thareq Kemal, juga nenek dari 4 orang cucu memulai kariernya sebagai dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.Semasa hidupnya Ainun menerima tiga tanda jasa , Mahaputera Utama tahun 1982 , Mahaputera Adipura dan Mahaputera Adipradana tahun 1998.(aj)
Dalam sambutannya, Presiden SBY menyatakan bahwa almarhumah adalah sosok wanita yang tegar, ia selalu senantiasa mendampingi BJ Habibie dalam menunaikan tugas kenegaraan yang sangat berat.Sepanjang hidupnya almarhumah juga telah menunjukkan dharma baktinya kepada Negara maupun masyarakat dengan penuh ketulusan.
“ Bangsa Indonesia telah kehilangan salah seorang tokoh wanita terbaik dan pejuang kemanusiaan yang tulus, dedikasinya kepada Negara menjadi bukti keteladanan beliau,”kata SBY.Beliau adalah Ketua Umum Perhimpunan Penyantun Mata Tunanetra Indonesia ( PPMTI ) dan Pengurus yayasan Amal Abadi Beasiswa Orang Tua Bimbing Terpadu ( YAAB – ORBIT ).
Hasri Ainun Habibie meninggal dunia pada usia 72 tahun ,sabtu ( 22 / 5 ),pukul 17.30 waktu Jerman di Rumah Sakit Ludwig – Maximilian universitas Klinikum Gro’hadern, Muenchen , Jerman, karena mengalami sakit berbagai komplikasi penyakit.Selama sebulan , almarhumah telah menjalani 12 kali operasi.Almarhumah dirawat sejak tanggal 24 maret 2010 sampai akhirnya meninggal dunia.
Jenazah Ainun dan keluarga tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma , Jakarta, Selasa (25/5), pukul 04.55 wib.Kemudian lanngsung dibawa kerumah duka di kediaman pribadi Habibie , di jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan.
Ibu dari Ilham Akbar dan Thareq Kemal, juga nenek dari 4 orang cucu memulai kariernya sebagai dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.Semasa hidupnya Ainun menerima tiga tanda jasa , Mahaputera Utama tahun 1982 , Mahaputera Adipura dan Mahaputera Adipradana tahun 1998.(aj)
