Senin, 21 Mei 2012      IndexBerita  Widget  Login  |  Register
Berita Metro

Berita

Mahasiswa Mendatangi DPRD Tangsel
2 June 2010 09:05

Setu - - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Tangerang Selatan ( AMPERATS ) melakukan orasi di depan Kantor DPRD Kota Tangsel ,selasa (1/6).Dalam orasinya mereka menyampaikan lima tuntutan kepada DPRD sebagai badan legislatif  agar secepatnya mengkritisi kinerja Pejabat walikota Tangsel yang dinilai tidak sesuai dengan tugas pokoknya.

Kelima tuntutan yang disampaikan tersebut diantaranya, DPRD segera mengevaluasi kinerja Pejabat Walikota dan jajarannya, mengkritisi APBD perubahan , meminta pertanggung jawaban penggunaan APBD 2009 – 2010 , realisasi pendidikan murah dan keadilan sekolah madrasah dibandingkan sekolah negeri , meninjau kembali pembentukan KPUD Tangsel dan mendesak netralitas birokrat.

Perwakilan Mahasiswa diterima langsung oleh komisi A Bidang Pemerintahan dan Komisi B Bidang Kesejahteraan di ruang sidang Paripurna.Agil Nopembryanto , Koordinator  umum AMPERATS  menyatakan keprihatinan nya atas permasalahan yang ada di Tangsel dan belum ada itikad baik dari pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

“ 1,5 tahun Tangsel terbentuk pembangunan infrastruktur  kurang dan pemerintahan tidak berjalan dengan baik,” ungkap Agil.

Mereka menilai Pejabat Walikota telah menyalahi UU No 51 tahun 2008 Tentang Pembentukan Kota Tangsel ,”Semestinya tugas walikota hanya tiga yaitu membentuk SKPD , melantik DPRD dan menyelenggarakan Pemilihan Walikota definitif , tapi justru malah sibuk dengan memutasi pejabat yang terkesan ada muatan politisnya,” tegas Agil.

Sementara itu, Ketua Komisi  B DPRD Kota Tangsel , Rommy Adhie Santoso  mengungkapkan meski baru dua bulan berjalan DPRD telah melakukan kontroling ke lembaga eksekutif.” Kami Melakukan sidak ke Dinas Pendidikan untuk melihat  kinerja  mereka, ” Ungkapnya.

Terkait Besarnya Dana Sumbangan Pendidikan ( DSP ) yang tercantum pada perwal 36 dan diperbaharui dengan perwal 3 Tentang Sumbangan Pendidikan, tidak ditentukan berapa besar jumlahnya.” Sumbangan akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan bila memang ada wali murid yang dimintai DSP  terlalu besar, tolong laporkan ke dewan,” tegas Rommy.

Dalam kesempatan yang sama ,anggota Komisi  A , Sukarya menjelaskan madrasah tidak dibawah Dinas pendidikan  melainkan dibawah Dinas Agama.”Kami sudah meminta kementerian Agama pusat Untuk segera mendirikan Kantor Departemen Agama , agar madrasah mendapat perhatian yang lebih, “ ujarnya.

Dewan juga telah mendatangi Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ahadi .Dewan meminta pemerintah  agar bersikap netral , tidak hanya mendukung salah satu calon.(HD) 

Galeri

Tidak Ada Galeri

Share |

◄ Kembali ◄                 ◄ Kirim Berita ◄


Add Your Comment
Name
Email Address
Website / URL
Message
Mak [600] Karakter
Verify code

copyright © 2010, Powered by imnmaulana