Masalah penganguran itu salah satu persoalan yang pelik. Indonesia dengan jumlah penduduk besar membutuhkan kesempatan kerja yang luas. Namun persoalan kapabilitas menjadi halangan. Akhirnya tenaga kerja harus ke luar negeri berbekal ketrampilan yang minim.
JAKARTA- Meski Indonesia terkenal sebagai negeri yang besar tetapi untuk urusan kerja penduduknya harus sering putar otak. Maklum kesempatan kerja di tanah air ini begitu kecil. Sampai-sampai tenaga kerja Indonesia (TKI) harus mencari kerja keluar negeri, demikian ungkap Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono.
Itu dikatakan Agung saat membuka lokakarya berjudul "Agenda Strategis Pemenuhan Hak Tenaga Kerja Indonesia Perempuan" di Bekasi, Rabu (10/03). Kondisi itu memuncak ketika Indonesia berada pada situasi krisis tahun 1998 yang juga melanda seluruh negara di dunia.
Oleh sebab itu pemerintah berusaha untuk membuka lapangan kerja dan usaha utamanya di pedesaan. Salah satu caranya dengan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri, usaha agribisnis pertanian, penyediaan kredit kreasi dan krista dari perum pegadaian, kredit usaha rakyat (KUR), koperasi dan program pembangunan pedesaan lainnya.
Khusus untuk TKI pemerintah juga berusaha meningkatkan kapabilitas mereka. Tujuannya agar TKI yang bekerja di luar negeri juga memnuhi kualitas dan persyaratan. "Pemerintah tidak hanya ingin TKI khususnya perempuan yang bekerja ke luar negeri hanya sebagai pembantu rumah tangga, melainkan bisa di bidang lain atau perkantoran," katanya. Berbagai program tersebut menurut menkokesra diperlukan agar TKI yang bekerja di luar negeri juga memiliki kualitas dan memenuhi persyaratan.
